BERITA BERITA AKTUAL KABAR POLISI

Bekas Galian di Perum Wahana Babelan Makan Korban, 3 Bocah SD Ditemukan Tewas Tenggelam

Anggota Polsek Babelan Saat Memeriksa Kondisi Galian Yang Menyerupai Danau di Perum Wahana Babelan

AKTUALINDONESIA.com, (BEKASI)-Tiga orang pelajar SD meninggal karena tenggelam di bekas galian Perumahan Wahana Babelan, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (13/2/2020) siang tadi sekitar pukul 14.20 WIB.

Ketiga korban diketahui bernama Rezki Anandika Ramadhan (9), Muhammad Fadilah (10) dan Raffa Agustin (10). Ketiga korban berasal dari Kampung Pulotimaha, masih desa yang sama dengan lokasi tenggelam.

Kepala Subbag Humas Polres Metro Bekasi, Kompol Sunardi, menjelaskan, menurut keterangan Saksi 1 Abdul Holik (11), ia bersama ketiga korban dan 3 teman lain hendak mencari siput atau keong di tepi bekas galian Perumahan Wahana Babelan yang menyerupai danau.

“Ketiga korban tidak ikut mencari siput dan berenang di galian itu. Saksi 1 mendengar teriakan korban dan langsung berlari untuk membantu menarik,” katanya.

Saksi 1 berhasil menggapai tangan Rezki tetapi tidak kuat menarik karena korban Rezki dan M. Fadilah berpegangan tangan. Akhirnya genggaman tangan saksi dengan korban terlepas.

“Kemudian saksi berteriak minta tolong kepada warga yang berada di sekitar lokasi dan pulang ke rumah untuk memberitahukan kepada orangtua,” katanya.

Teriakan saksi 1 mengundang Saksi 3 Samsuri (67) yang saat itu sedang menanam timun suri di lahan sekitar tempat kejadian. Ia mengaku kedatangan anak laki-laki yang meminta pertolongan dan memberitahukan bahwa 3 temannya tenggelam.

“Saksi 3 menuju TKP dan turun ke air galian itu dan berhasil menemukan seorang korban atas nama Raffa dan mengangkat ke atas air tetapi korban sudah meninggal dunia dan dibawa ke klinik Yakri,” katanya.

Tak lama, orangtua korban beserta warga lain datang dan langsung bersama-sama mencari korban yang tersisa. Saat ditemukan, kedua korban Rezki dan M. Fadilah sudah dalam kondisi lemas. Mereka dibawa ke rumah untuk tindakan penyelamatan.

“Di rumah masih dilakukan upaya untuk menyelamatkan korban dengan cara mengangkat korban dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas. Korban Rezki menunjukkan tanda tangannya bergerak,” ujar Kompol Sunardi.

“Korban M. Fadilah juga terlihat memberikan respons mengedipkan mata. Mereka berdua kemudian dibwa ke RS Tiara tetapi nyawanya tak diselamatkan,” sambung Kompol Sunardi.

Petugas keamanan di perumahan itu, Esim (37), sempat berpapasan dengan para bocah ketika mengarah ke galian. Kepada Esim, anak-anak mengaku ingin bermain bola. Karena tak ada kecurigaan, ia lanjut keliling area perumahan untuk mengontrol situasi keamanan.(A.riri).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: