BERITA BERITA AKTUAL KABAR POLISI KEAMANAN

Duet Resedivis Ayah Anak Pembobol Minimarket dan Pencurian Motor di Cikarang Barat Berakhir Diringkus Polisi

Waka Polsek Cikarang Barat Bersama Kanit dan Panit Reskrim Saat Gelar Press Release di Mapolsek Cikarang Barat

AKTUALINDONESIA.com, (BEKASI)-Kepolisian Sektor (Polsek) Cikarang Barat meringkus ayah dan anak yang sempat menjadi burunan dalam kasus pencurian. Aksi pencurian tersebut di lakukan di Kampung Rawa Banteng, Desa Mekar Wangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kedua tersangka ayah dan anak itu berinisial N (45), dan DK (22).

Keduanya berduet dalam melakukan aksi pencurian sepeda motor pada pekan lalu. Tersangka N merupakan residivis dalam kasus pencurian. Ia pernah ditahan karena mencuri satu ekor kambing pada tahun 2009. Pada 2016 kembali dipenjara gara-gara kasus pencurian di mini market.

Sang anak DK tampaknya tak mau kalah, dia juga pernah terlibat pencuriaan kendaraan bermotor sebelum tertangkap pada kasus ini.

“Pembobolan minimarket di lakukan sebelum kasus pencurian sepeda motor, penangkapan ini adalah hasil pengembangan. Mereka berdua adalah DPO. Alhamdulillah telah kami tangkap,” kata Wakapolsek Cikarang Barat, AKP Termuji saat gelar press release di Mapolsek Cikarang Barat, Kamis (30/7/2020) siang tadi.

AKP Tarmuji menjelaskan, keduanya merupakan komplotan pencuri bersenjata tajam. Selama beraksi mereka selalu berbekal golok dan alat yang digunakan untuk mencuri, seperti kunci later T dan juga linggis.

“Jika aksinya terpergok orang lain atau korbannya, pelaku tak segan untuk melukai. Semua barang bukti termasuk dua sepeda motor sudah kami amankan di Mapolsek Cikarang Barat,” jelas Waka Polsek.

Lanjut AKP Tarmuji, Ayah dan anak itu membobol mini market bersama tersangka lain yang telah tertangkap terlebih dahulu ketika sudah tutup. Mereka menjebol gembok dengan catut berukuran besar.

“Setelah berhasil masuk mini market, mereka mengambil barang-barang dengan leluasa, lalu kabur. Setelah itu mereka menjual barang curian. Jadi mereka ini mencuri, uangnya digunakan untuk makan sehari-hari. Mereka ini pekerja serabutan,” ucap dia.

Sementara itu, tersangka N mengaku nekat melakukan aksi pencurian bersama sang anak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya ia mengaku tidak mempunyai pekerjaan tetap atau hanya menjadi pekerja serabutan.

“Ya hasilnya buat makan, sehari-hari kerja apa saja, termasuk nguli,” tuturnya.

Akibat perbuatan kedua tersangka, Polisi menjerat N dan DK dengan pasal 363 tentang pencurian dengan ancamanan hukuman paling lama 9 tahun penjara. (A.riri).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: