BERITA BERITA AKTUAL KABAR POLISI KEAMANAN

Antisipasi Pelajar Ikut Aksi Unras, Polisi dan TNI Lakukan Sosialisasi Edukasi Ke Sekolah di Cibarusah

Bripka Ade Suherman Bersama Serma Mukson Saat Berkoordinasi Dengan Pihak Sekolah di Cibarusah Kota

Antisipasi Pelajar Ikut Aksi Unras, Polisi dan TNI Lakukan Sosialisasi Edukasi Ke Sekolah- Sekolah di Wilayah Cibarusah

AKTUALINDONESIA.com, (BEKASI)- Personel Bhabinkamtibmas Polsek Cibarusah Bripka Ade Suherman bersama Babinsa TNI AD Serma Mukson berkoordinasi untuk mencegah pelajar ikut aksi unjuk rasa agar tidak menjadi korban atau pelaku perusakan sehingga melanggar tindak pidana, pada Senin (19/10/2020) pagi tadi sekitar pukul 10.15 WIB.

Kegiatan koordinasi atau biasa disebut sosialisasi edukasi pelajar SMK dan SMA untuk tidak mengikuti aksi unras ke jakarta, kali ini di lakukan di dua sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kapolsek Cibarusah AKP Sukarman, SH mengatakan, Polsek Cibarusah melakukan sosialisasi edukasi di sejumlah sekolah untuk berkoordinasi serta berdiskusi terkait keterlibatan pelajar SMK dan SMA dalam aksi unjuk rasa yang belakangan marak terjadi.

“Ternyata dari pihak sekolah sudah ada sistem alert, warning serta pemberitahuan kepada pihak orang tua. Kami harap ke depan kerja sama lebih ditingkatkan,” ujar AKP Sukarman kepada Aktualindonesia.com, Senin (19/10).

Dikatakan AKP Sukarman, Kepolisian juga akan mengundang perwakilan orang tua ketika ada aksi unjuk rasa, sehingga ketika ada pelajar yang diamankan bisa langsung dihubungi.

“Hal ini untuk menjaga agar adik-adik ini supaya tidak menjadi korban dan terbawa terprovokasi dengan hal-hal yang mereka belum paham semuanya,” ungkapnya.

AKP Sukarman menyampaikan, sebagian besar pelajar yang diamankan memang tidak paham tujuan ikut aksi unjuk rasa.

“Kita minta bantuan karena ini bukan kerja Kepolisian semata, mencegah adik-adik ini nanti saat ikut jadi korban, bahkan jadi pelaku tindak pidana. Ini kita cegah jangan sampai itu terjadi, dan rata-rata nggak paham apa yang mereka lakukan, tapi mereka tahunya mau melempar-lempar dan sebagainya,” katanya.

“Tentunya ini yang tidak kita inginkan, seperti kita tahu adik-adik ini kan masih panas jiwanya sehingga gampang atau mudah terprovokasi. Maka itu kita sepakat kita akan giatkan lagi ke depan (koordinasinya) seperti apa konsepnya untuk melakukan pencegahan-pencegahan kepada siswa di wilayah Cibarusah,” tambahnya.

Menyoal pembinaan seperti apa yang dilakukan kepada pelajar yang diamankan, AKP Sukarman mengungkapkan, polisi memberikan edukasi dan pemahaman, termasuk dalam segi rohani.

“Intinya bukan kita menolak penyampaian pendapat. Tapi saat penyampaian pendapat ini kan pesertanya siapa, misal buruh atau mahasiswa. Nah adik-adik ini kan bukan buruh atau mahasiswa, mereka kan pelajar. Ini yang kita cegah jangan sampai jalannya kegiatan penyampaian pendapat di muka umum disisipi atau dimanfaatkan pihak luar yang tak bertanggung jawab di luar komunitasnya. Jadi adik-adik ini juga jangan sampai terseret ke situ,” ucapnya.

Ihwal ada dugaan pelajar yang ikut dalam aksi unjuk rasa dimanfaatkan, AKP Sukarman menuturkan, ada indikasi seperti itu.

“Ada indikasi ke situ. Ada beberapa kejadian satu-dua kita tanyakan, ‘saya diajak pak, tapi dicari-cari orangnya nggak ada. Jadi kasihan adik-adik ini. Mereka rombongan ada yang bawa, tapi ketika ditanya sudah nggak ada. Dia pikir mereka aman, merasa ada yang bawa ternyata tidak. Ada iming-iming, mau dikasih saja, tapi orangnya yang mau kasih siapa nggak tahu. Ini yang harus kita cegah,” katanya.

AKP Sukarman juga menegaskan, terkait apakah pelajar di Cibarusah yang diamankan akan dicatat dalam Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), AKP Sukarman mengatakan tidak.

“SKCK di-blakclist tidak menyelesaikan masalah. Karena bagaimana pun juga kita tidak bisa membatasi. Intinya hanya membina. Adik-adik ini hanya dimanfaatkan, tidak paham juga. Mungkin sebagian paham tapi karena ramai ya terbawa. Jadi lebih kepada pembinaan dan edukasi kita,” katanya.

Kendati demikian, AKP Sukarman menyampaikan, polisi tetap mendata siapa saja pelajar yang diamankan. Apabila kedapatan sampai dua atau tiga kali diamankan, maka perlu dilakukan pembinaan khusus.

“Sudah diingatkan saat diamankan lagi ternyata orangnya sama, ini perlu perhatian khusus karena nggak bisa pembinaan biasa saja. Mungkin nanti kita berikan laporan ke sekolah ini sudah tiga kali, diamankan terus menerus, tidak mungkin dibiarkan terus, tentunya akan dilakukan langkah-langkah berikutnya,” tegasnya.

Seperti diketahui, kegiatan koordinasi atau biasa disebut sosialisasi edukasi kepada pelajar SMK dan SMA untuk tidak mengikuti aksi unras ke jakarta bertempat di SMA dan SMK Almanar yang berada di Kp Malaka, Desa Cibarusah Kota. Kegiatan tersebut juga di hadiri guru pembimbing berserta guru lainnya.(A.riri).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: